Purbaya Sebut Tidak Ada Kemewahan Lagi di Anggaran Negara

Tekanan Global Memaksa Indonesia Berhemat, Menkeu: Tidak Ada Lagi Ruang untuk Kemewahan Fiskal

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Pemerintah mulai memperketat pengelolaan pajak dan belanja negara sebagai respons atas tekanan global yang kian meningkat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah kini mengubah pendekatan fiskal menjadi lebih disiplin di tengah situasi tersebut.





“Artinya kita nggak boleh main-main lagi. Artinya kalau kita nggak ada ruang untuk bermain-main lagi segala kemewahan di mana ada peluang yang kita bisa buat,” ujarnya dalam media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan istilah “survival mode” bukan menandakan kondisi krisis, melainkan sinyal bahwa pemerintah tidak lagi memiliki ruang untuk kelonggaran dalam kebijakan ekonomi.

Baca Juga : Andalkan Ramadan dan Lebaran, Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,7%

Dalam kondisi itu, menurut dia, potensi kebocoran penerimaan negara dan program yang tidak efektif harus ditekan.

“Kalau pajaknya main-main, hancur kita kira-kira gitu. Kalau programnya main-main, kita akan digiling bangsa lain. Jadi kita survival mode,” kata Purbaya.

Pengawasan terhadap penerimaan negara dan belanja akan diperketat agar kebijakan fiskal berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan Paripurna

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x