Andalkan Ramadan dan Lebaran, Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,7%

Purbaya: Aktivitas Ekonomi Masyarakat Tetap Tinggi, Pertumbuhan 5,7 Persen Masih dalam Jangkauan

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi nasional berpeluang mencapai 5,7 persen di tengah dinamika global yang didukung momentum Ramadhan dan Lebaran.

Purbaya menilai daya beli masyarakat tetap terjaga terutama didorong momentum Ramadhan dan Lebaran yang meningkatkan konsumsi serta mobilitas. Kondisi ini terlihat dari aktivitas masyarakat yang tetap tinggi meski ada tekanan ekonomi global.





“Siapa yang bilang krisis? Di mana-mana macet, orang belanja. Artinya daya beli masih ada,” tegasnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Menkeu menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih jauh dari krisis. Keyakinan tersebut didukung sejumlah indikator ekonomi yang masih menunjukkan tren ekspansi serta pandangan pelaku pasar yang tetap optimistis terhadap prospek Indonesia.

Purbaya menyebutkan pandangan pelaku pasar di luar pemerintah juga optimistis dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, prediksi pertumbuhan 5,7 persen bisa dicapai dan angka di atas 5,5 persen sudah bagus dalam kondisi sekarang.

“Saya tanya orang di luar pemerintah, berapa prediksi kamu? 5,7 persen bisa, katanya,” ujarnya.

Baca Juga : Purbaya Sebut Bisa Pangkas Anggaran Kementerian/Lembaga Tanpa Persetujan Presiden

Indikator seperti survei konsumen, Purchasing Managers’ Index, hingga penjualan kendaraan bermotor masih menunjukkan pertumbuhan. Kondisi tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak meski ada tekanan dari luar.

“Kalau indikator itu tidak naik, saya juga tidak bisa bilang ekonomi naik,” katanya.

Di tengah tekanan global termasuk lonjakan harga minyak dunia, pemerintah disebut masih mampu meredam dampaknya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pemerintah saat ini fokus menjaga likuiditas ekonomi tetap memadai dan memastikan belanja negara tersalurkan tepat waktu.

Upaya perbaikan iklim usaha juga terus dilakukan untuk mendorong peran sektor swasta. Menurut Purbaya, jika kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras dalam menggerakkan dunia usaha, target pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen bukan hal yang sulit dicapai.

“Kalau mesin fiskal dan moneter bisa menggerakkan swasta, tumbuh 6 persen seharusnya tidak terlalu sulit,” ujarnya.

Baca Juga : Inflasi Februari Tembus 4,76%, Purbaya Sebut Efek Sementara Diskon Listrik

Purbaya menegaskan Indonesia tidak berada dalam kondisi menuju resesi, melainkan sedang berada dalam fase percepatan pertumbuhan. Pemerintah yakin momentum positif ini dapat dipertahankan sepanjang tahun.

“Kita jauh dari krisis, resesi saja belum. Kita sedang akselerasi,” tegasnya.

Pemerintah memastikan efisiensi anggaran tidak akan mengganggu program prioritas termasuk Program Makan Bergizi Gratis. Purbaya menegaskan MBG tidak akan dipotong selama efisiensi tidak menurunkan kualitas pelaksanaan program. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Editorial VOICEIndonesia.co : Negara Gagal Lindungi PMI? Bukti Nyata Kelalaian Negara di Era Prabowo

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x