20 Ribu Peserta Bisa Ikut Pelatihan Vokasi Secara Gratis

Menko Airlangga Sebut Program Vokasi Gratis untuk Perkuat Kompetensi Menuju SDM Unggul 2045

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggratiskan 20.000 kuota untuk Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 1. Pendaftaran dibuka pada 23 Februari hingga 6 Maret 2026 melalui laman skillhub.kemnaker.go.id.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan seluruh rangkaian program ini diselenggarakan secara gratis oleh pemerintah. Program diinisiasi untuk memperkuat kompetensi angkatan kerja dalam rangka mendukung terwujudnya SDM Unggul 2045.





“Program ini mengedepankan konsep link and match, sehingga pelatihan yang diselenggarakan memiliki keterkaitan erat dengan dunia usaha dan industri,” kata Menko Airlangga dalam Konferensi Pers terkait Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 di Kantor Kemnaker, Jumat (27/2/2026).

Airlangga menambahkan dengan konsep link and match, lulusan program diharapkan dapat langsung memenuhi tuntutan dan kebutuhan pasar kerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan secara keseluruhan, program ditargetkan memberikan manfaat kepada lebih dari 70.000 peserta melalui tiga batch pelatihan.

“Dengan demikian, lulusannya diharapkan dapat langsung memenuhi tuntutan dan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.

 

Yassierli mengungkapkan Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di 21 UPT Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker di seluruh Indonesia. Program terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun dan telah memiliki akun pada platform SIAPkerja.

Baca Juga : Buruh Dominasi Program Tabungan Perumahan Rakyat

“Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di 21 UPT Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker di seluruh Indonesia,” kata Menaker Yassierli.

Khusus Batch 1, program diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023 hingga 2025 untuk menjawab kebutuhan spesifik pasar kerja. Seleksi peserta berlangsung pada 9–15 Maret 2026, pengumuman hasil seleksi pada 16 Maret 2026, dan pelatihan dimulai pada 1 April 2026.

“Harapan kami, program ini dapat dioptimalkan,” ujarnya.

Yassierli menjelaskan selain Program Pemagangan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi, pemerintah juga menyediakan alternatif program bagi lulusan SMA/SMK. Program ini dirancang untuk memberikan bekal kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

Baca Juga : Serikat Pekerja Indonesia Desak Reformasi Jaminan Sosial Universal

“Jadi, selain ada Program Pemagangan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kami juga menyediakan alternatif program bagi lulusan SMA/SMK,” tambahnya.

Pada Batch 1, bidang kejuruan yang tersedia antara lain Teknologi Informasi dan Komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, dan konstruksi. Program pelatihan yang ditawarkan diantaranya Internet of Things, instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.

Peserta akan memperoleh berbagai fasilitas, antara lain pelatihan dan makan siang gratis, bantuan uang transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian melalui BPJS Ketenagakerjaan. Peserta juga mendapat sertifikat pelatihan dari BPVP serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Fasilitas asrama juga tersedia sesuai kriteria dan ketersediaan. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x