Pemerintah Klaim Kantongi Komitmen Investasi Hijau Rp173 Triliun dari Korsel

Indonesia dapat investasi dana dari Korea Selatan sebesar Rp173 triliun

by VOICEINDONESIA.CO- Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Seoul – Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan sukses mengamankan komitmen investasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp173 triliun.

Kesepakatan ini dikukuhkan melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dalam forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul, Rabu (1/4/2026).





Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa capaian ini melengkapi hasil kunjungan sebelumnya ke Jepang sebesar Rp401 triliun.

Baca Juga: Narasi Kopdes Merah Putih Jadi Sorotan Di Tengah Antusiasme Publik 

Dengan demikian, total komitmen investasi dari dua negara Asia Timur tersebut mencapai Rp574 triliun.

“Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea,” ujar Airlangga di Seoul, Kamis (2/4/2026).

Kerja sama strategis ini mencakup sektor-sektor masa depan, antara lain: Energi & Transisi Hijau: Tenaga surya, energi terbarukan, Industri dan Manufaktur, Digital dan Infrastruktur.

Baca Juga: Inggris Bakal Kumpulkan 35 Negara, Bahas Pembukaan Selat Hormuz 

Airlangga juga menyoroti minat investasi dari Lotte yang berpotensi berkolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi strategis.

Untuk memastikan komitmen ini terealisasi dengan cepat, pemerintah menjanjikan mekanisme debottlenecking guna menyelesaikan hambatan birokrasi maupun teknis yang dihadapi pelaku usaha.

Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Selain sektor industri berat, penguatan kemitraan juga dilakukan melalui kolaborasi antar-asosiasi bisnis seperti Kadin dan KCCI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kedua negara. (af/ri)

Pilihan Redaksi: Reformasi Perlindungan Upah Awak Kapal Perikanan Asing Taiwan 

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x