VOICEINDONESIA.CO, Seoul — Ketegangan di Timur Tengah memaksa Presiden Prancis, Emmanuel Macron mendorong operasi damai internasional demi membuka kembali jalur vital energi dunia di Selat Hormuz.
Macron menyatakan Prancis tengah menyusun kerja sama dengan sejumlah negara untuk mengawal kapal tanker dan distribusi energi yang terganggu akibat konflik kawasan. Langkah ini muncul di tengah tekanan global terhadap pasokan minyak.
“Kami ingin membuka kembali Selat Hormuz,” kata Macron pada Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan operasi tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan bergantung pada mekanisme dekonfliksi dengan Iran, terutama setelah gencatan senjata tercapai atau situasi mulai stabil.
Prancis juga menyiapkan skema pengawasan internasional yang lebih luas, termasuk memastikan transparansi aktivitas nuklir, balistik, hingga jaringan proksi di kawasan. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat posisi negosiasi global.
Macron menyampaikan kerja sama tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas dan memastikan jalur perdagangan energi tetap terbuka bagi komunitas internasional di tengah konflik yang belum mereda.
Baca Juga : Iran Tembak Jatuh F-35 Amerika di Atas Selat Hormuz
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu gangguan distribusi minyak dunia. Dampaknya, harga energi global melonjak dan menekan banyak negara.
Presiden AS Donald Trump turut mendorong keterlibatan negara lain untuk menjaga keamanan jalur maritim tersebut, termasuk meminta dukungan Prancis dalam menjaga stabilitas kawasan. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Menguji Keseriusan Negara: Segera Sahkan Perubahan Ketiga UU PMI dan Ratifikasi ILO C188!
Baca Berita Lainnya di Google News


