VOICEINDONESIA, Meksiko City — Insiden mengejutkan menimpa Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, saat ia tengah menyapa warga di salah satu kawasan ibu kota. Seorang pria secara tiba-tiba melakukan tindakan pelecehan fisik terhadap sang presiden di depan publik sebelum berhasil diamankan oleh petugas keamanan.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (5/11) waktu setempat ketika Sheinbaum, yang baru beberapa bulan menjabat sebagai presiden perempuan pertama Meksiko, sedang berbincang dengan masyarakat di jalanan Meksiko City. Dalam tayangan video yang beredar di media lokal, terlihat seorang pria mendekati Sheinbaum dari belakang, memeluknya, dan mencoba mencium lehernya sebelum segera ditarik oleh pengawal pribadi presiden.
Pihak kepolisian Meksiko mengonfirmasi bahwa pelaku, yang diduga berada dalam pengaruh alkohol, langsung ditangkap di lokasi kejadian. “Pelaku telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum,” ujar juru bicara kepolisian ibu kota.
Dalam konferensi pers usai kejadian, Presiden Sheinbaum menegaskan akan menempuh jalur hukum dan menggunakan kasus ini untuk memperjuangkan perlindungan terhadap perempuan di ruang publik.
“Ini adalah sesuatu yang saya alami sebagai seorang perempuan, tetapi ini juga sesuatu yang dialami oleh jutaan perempuan di negeri ini setiap hari,” ujar Sheinbaum dikutip dari People dan The Guardian.
“Tidak ada seorang pun, bahkan presiden sekalipun, yang boleh dilecehkan di ruang publik.”
Insiden ini memicu gelombang simpati dan kemarahan dari masyarakat Meksiko. Banyak warga serta kelompok perempuan menilai tindakan itu sebagai bukti bahwa kekerasan berbasis gender masih menjadi persoalan serius di negara tersebut.
Sheinbaum, yang dikenal vokal memperjuangkan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan, mengatakan peristiwa ini harus menjadi momentum bagi aparat dan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan pelecehan di tempat umum.
“Kita harus memastikan setiap perempuan dapat berjalan dengan aman di jalanan Meksiko, tanpa rasa takut,” tegasnya.
Para pengamat menilai insiden ini sekaligus menjadi ujian bagi pengamanan presiden yang selama ini dikenal sering turun langsung ke masyarakat tanpa pengawalan ketat. Meski demikian, banyak pihak memuji Sheinbaum karena tetap tenang dan berani berbicara terbuka mengenai pengalaman traumatis tersebut.


