Trump Sebut Langkah Damai Israel – Lebanon Sebagai “Ruang Bernafas”

Kontak langsung Israel-Lebanon dinilai jadi langkah awal menuju deeskalasi

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Istanbul – Upaya meredakan konflik di Timur Tengah mulai bergerak setelah Israel dan Lebanon disebut membuka kembali komunikasi langsung usai puluhan tahun tanpa dialog.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut langkah ini sebagai upaya menciptakan jeda di tengah eskalasi yang terus berlangsung.





“Mencoba untuk mendapatkan sedikit ruang bernapas antara Israel dan Lebanon,” ujar Trump pada Rabu malam (15/4/2026).

Ia menambahkan komunikasi ini menjadi momen langka setelah hubungan kedua pihak terhenti selama lebih dari tiga dekade.

“Sudah lama sekali sejak kedua pemimpin itu berbicara, sekitar 34 tahun,” katanya.

Pembukaan jalur dialog ini terjadi setelah pertemuan diplomatik yang melibatkan perwakilan Israel dan Lebanon di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat bersama sejumlah pejabat tinggi.

Langkah tersebut muncul di tengah tekanan agar konflik tidak semakin meluas, meski situasi di lapangan masih menunjukkan ketegangan.

Baca Juga : Respons Pernyataan Trump, Iran Ancam Serang Pusat Energi Negara Teluk yang Tampung Militer AS

Sebelumnya, Trump juga telah meminta Israel menurunkan intensitas serangan terhadap Lebanon sebagai bagian dari dorongan meredakan konflik.

Namun serangan militer di wilayah Lebanon selatan masih terus berlangsung setelah insiden lintas batas pada awal Maret yang melibatkan Hizbullah.

Dampaknya, ribuan korban jiwa dan gelombang pengungsian besar terjadi, menunjukkan bahwa upaya diplomasi masih berjalan beriringan dengan konflik di lapangan. (Sin/Ah)

Pilihan Redaksi : Menjaga Netralitas: Polri Wajib di Bawah Komando Langsung Presiden

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x