WNI dari Kamboja Bakal Jalani Pemeriksaan Ketat

WNI dari Kamboja bakal ditempatkana sementara di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC)

by VOICEINDONESIA.CO- Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Bekasi – Seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Kamboja pasca-operasi pembersihan judi online akan langsung menjalani proses pemeriksaan dan assessment setibanya di Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi adanya pelaku atau otak kejahatan online scam di Kamboja.





Direktur Jenderal Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Rinardi, menyatakan bahwa para WNI ini nantinya akan ditempatkana sementara di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) milik Kementerian Sosial.

Baca Juga: Ribuan WNI Menumpuk di KBRI Phnom Penh Menunggu Dipulangkan 

Proses pemeriksaan akan melibatkan tim dari Bareskrim Polri untuk memastikan status hukum WNI yang pulang dari Kamboja.

“kita cari adalah pelakunya. Kalau mereka dianggap bukan korban, ya sudah mereka dikembalikan ke kampung halamannya, tapi pelaku-pelaku ini akan kita selidiki dan kita akan tidak lanjuti untuk kita berikan tindakan sesuai ketentuan,” tegas Rinardi, di Bekasi Kamis (5/2/2026).

Namun, Rinardi juga menegaskan bahwa tidak semua WNI yang berada di Kamboja adalah korban dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Baca Juga: Waspada! Kamboja Bukan Negara Tujuan Resmi Pekerja Indonesia

“Mereka berangkat secara sendiri. Dan di sana mereka bekerja sesuai dengan apa yang menjadi kontrak kerja mereka,” ujar Rinardi

Berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pada 16 Januari 2026, tercatat sebanyak 3.167 WNI telah melapor langsung ke KBRI Phnom Penh untuk meminta bantuan kepulangan ke Indonesia.

“Saat ini tempat penampungan sementara telah dihuni lebih dari 1.200 WNI,” ungkap Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, Rabu, (4/2/2026) di Phnom Penh. (af/ri)

Pilhan Redaksi: Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan 

Baca Berita Lainnya di Google News 

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x