Kemenp2MI Bentuk Tim Crisis Monitoring dan Hotline Khusus Timur Tengah

KemenP2MI siaga penuh pantau perkembangan ketegangan regional

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) membentuk Tim Crisis Monitoring untuk memantau kondisi pekerja migran di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Pemantauan perkembangan geopolitik di kawasan tersebut guna memastikan pelindungan dan pelayanan bagi Pekerja Migran Indonesia tetap terjaga. Langkah antisipatif ini dilakukan berkoordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah.





“Berdasarkan koordinasi dengan Perwakilan RI, hingga saat ini (4/3/2026) belum terdapat laporan PMI yang mengalami insiden keselamatan akibat perkembangan situasi tersebut,” demikian pernyataan Kementerian P2MI dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (4/3/2026).

Kementerian P2MI telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk di kawasan konflik.

Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pembentukan Tim Crisis Monitoring. Pemerintah juga melakukan pendataan PMI sebagai kesiapsiagaan evakuasi jika situasi keamanan memburuk.

Kementerian P2MI menyusun serta mendiseminasikan informasi publik dan panduan kewaspadaan bagi PMI di kawasan konflik. Pengaktifan hotline pengaduan khusus kawasan Timur Tengah juga dilakukan sebagai jalur komunikasi darurat bagi pekerja migran yang membutuhkan bantuan segera.

“Kementerian P2MI mengimbau kepada PMI di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang, menghindari lokasi rawan, membatasi aktivitas di luar kebutuhan mendesak, mengikuti arahan Perwakilan RI, serta segera melapor ke KBRI/KJRI terdekat apabila menghadapi situasi darurat”

Baca Juga : Devisa Negara dari PMI Timur Tengah Aman Selama Tidak Ada Perintah Evakuasi

Apabila terdapat PMI di kawasan Timur Tengah yang memilih atau perlu kembali ke Indonesia, pemerintah akan memfasilitasi proses kepulangan sesuai mekanisme yang berlaku.

Seluruh langkah antisipatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan dan pelindungan PMI tetap menjadi prioritas utama. Kementerian P2MI menegaskan akan terus mengambil langkah adaptif sesuai perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang terus berubah dinamis. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton!

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x