Sembilan Korban TPPO di Wilayah Konflik Myanmar Berhasil Kembali ke Indonesia

by VOICEINDONESIA.CO- Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

Jakarta – Sembilan orang warga negera Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar kembali ke Indonesia.

Kesembilan WNI tersebut didampingi oleh Chargee D’affairs KBRI Yagoon dan difasilitasi pembiayaan pemulangan oleh Kementerian Luar Negeri pada Jumat, 4 Agustus 2023.





Berdasarkan keterangan tertulis dari Kemlu di Jakarta, para WNI tersebut mengalami eksploitasi di perusahaan yang mengoperasikan online scamming di wilayah konflik di Myawaddy, Myanmar.

Setelah adanya koordinasi dengan otoritas setempat segera dilakukan, kesembilan WNI tersebut akhirnya keluar dari perusahaan.

Kemudian WNI tersebut ditampung di kantor Kepolisian Myawaddy sambil menjalani proses pemeriksaan.

Dalam perkembangannya, kesembilan orang WNI tersebut dipindahkan dari Kantor Kepolisian Myawaddy ke Yagon setelah menyelesaikan proses asesmen.

KBRI Yagon memberikan fasilitas penampungan selama mereka menunggu jadwal pemulangan.

Setibanya di Indonesia, sembilan orang tersebut rencananya akan ditampung di RPTC Bambu Apus Kementerian Sosial untuk menjalani proses rehabilitasi sebelum kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Kesembilan WNI tersebut, terdiri dari dua orang wanita dan tujuh orang laki-laki. Berdasarkan daerahnya, tiga orang dari Sumatera Utara, dua orang dari Jawa Tengah, satu orang dari Banten, satu orang Nusa Tenggara Barat, satu orang dari Bali dan satu orang dari Jawa Barat.

Pihak KBRI Yangon mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya menangani seluruh pengaduan yang masuk ditengah keterbatasan informasi dan sensitivitas politik di Myanmar.

Pemerintah RI pun terus mengimbau agar tidak terjebak dengan menerima tawaran kerja yang berujung dengan jebakan ekspolitasi perusahaan online scamming.

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x