Penuaan Penduduk Dunia Jadi Peluang PMI Kerja di Luar Negeri

Menteri P2MI minta maksimalkan kesempatan kerja di luar negeri

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia
Foto : Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (dok.old.voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Penuaan penduduk di sejumlah negara Asia dan Eropa membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk bekerja di luar negeri di tengah bonus demografi.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin menyatakan kesempatan emas ini harus dimaksimalkan dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang produktif dan terampil. Tanpa persiapan matang, bonus demografi justru berisiko menjadi bencana akibat meningkatnya pengangguran usia produktif.





“Peluang emas ini harus kita maksimalkan dengan mencetak sumber daya manusia agar usia produktif dapat menjadi manusia yang produktif juga,” katanya saat melepas 344 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh Binawan Group di Jakarta, pada Selasa (10/3/2026).

Mukhtarudin mengungkapkan kontribusi pekerja migran terhadap ekonomi nasional sangat signifikan melalui remitansi. Data statistik ekonomi dan keuangan Bank Indonesia tahun 2024-2025 menunjukkan remitansi pada 2024 mencapai sekitar Rp253 triliun dan melonjak menjadi sekitar Rp288 triliun pada 2025.

Menurutnya, remitansi tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga dan daya beli masyarakat di daerah, tetapi juga menambah cadangan devisa negara. Dana ini berperan penting mendukung stabilitas ekonomi nasional, termasuk dalam transaksi perdagangan internasional dan penguatan cadangan mata uang asing.

Presiden Direktur Binawan Group, Said Saleh Alwaini mengungkapkan sebanyak 344 calon PMI akan ditempatkan di berbagai negara dengan beragam sektor pekerjaan. Untuk sektor kesehatan, 66 perawat dan bidan akan bekerja di Arab Saudi, 47 perawat ke Jerman dan Austria, 46 perawat ke Belanda, 30 perawat ke Brunei, 19 perawat ke Australia, serta 10 perawat dan bidan ke Oman.

Baca Juga : Remitansi PMI Rp288 Triliun Gerakkan Ekonomi Desa pada 2025

Sementara di sektor lain, 40 pramugari akan bekerja di Arab Saudi, 31 pekerja welder ke Slovakia, serta 65 tenaga profesional arsitek dan insinyur sipil akan ditempatkan di Jepang. Said menekankan proses mencapai tahap keberangkatan tidaklah mudah karena peserta melewati seleksi ketat, pelatihan bahasa, persiapan dokumen, hingga pemeriksaan kesehatan.

Said mengkritik regulasi penempatan PMI yang masih menyamaratakan tenaga kerja profesional dengan sektor lain meski risiko pekerjaannya berbeda. Menurutnya, perbedaan risiko pekerjaan seharusnya dipertimbangkan dalam regulasi agar penempatan tenaga terampil bisa lebih cepat dan efisien.

“Yang menjadi korban adalah yang tenaga skill dan profesional, yang harus melalui rintangan regulasi begitu banyak, padahal kita tahu risiko penempatannya sangat rendah di negara tujuan,” ujarnya.

Said berpesan kepada para calon PMI agar memanfaatkan kesempatan kerja di luar negeri sebaik mungkin, menjaga diri, dan tetap mengingat tujuan awal membangun masa depan lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan Indonesia. (Sin/Ah)

Pilihan Redaksi : Menguji Keseriusan Negara: Segera Sahkan Perubahan Ketiga UU PMI dan Ratifikasi ILO C188!

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x