Aksi Pembajakan di Teluk Guinea, Empat WNI Jadi Korban Penculikan

Para penyerang bersenjata yang menaiki kapal membawa lima warga Tiongkok dan empat WNI

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia
3 Orang WNI Menjadi Korban Perdagangan Orang Bermodus Pengantin Pesanan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Aksi pembajakan kembali terjadi di perairan Teluk Guinea, Afrika Tengah. Tiga orang bersenjata menyerang kapal penangkap ikan dan menculik sembilan awak kapal, termasuk empat Warga Negara Indonesia (WNI).

Kepala staf angkatan laut Gabon Hubert Bekale Meyong mengungkapkan serangan terjadi pada Sabtu (10/1/2026) malam waktu setempat. Para penyerang bersenjata yang menaiki kapal membawa lima warga Tiongkok dan empat WNI.





“Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan awak kapal, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia,” ujar Hubert dalam keterangan resminya yang dikutip di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Kapal yang ditumpangi para korban adalah kapal nelayan berbendera Gabon bernama IB Fish 7. Peristiwa ini menjadi aksi pembajakan terbaru di Teluk Guinea, yang membentang lebih dari 5.700 kilometer dari Senegal hingga Angola di lepas pantai barat Afrika.

Hubert menjelaskan kapal penangkap ikan tersebut menjadi korban serangan perompak saat sedang menangkap ikan sekitar tujuh mil laut barat daya Ekwata, di perairan Gabon. Ada enam pelaut yang tetap berada di kapal tersebut setelah para bajak laut pergi.

Baca Juga : Kejar Target Penempatan PMI 2026, BP2MI Kepri Gandeng 17 SMK

Pelaut yang tersisa berkewarganegaraan Indonesia, Tiongkok, dan Burkina Faso. Pihak berwenang menemukan kapal itu dan mengawal ke pelabuhan Libreville. Otoritas Gabon pun melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penculikan ini.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan koordinasi sudah dilakukan dengan otoritas KBRI setempat. KBRI juga mengupayakan permintaan bantuan agar korban diselamatkan.

“Terkait pertanyaan tersebut, dapat kami sampaikan bahwa KBRI di Yaounde, Kamerun, yang wilayah akreditasi kerjanya merangkap Gabon, telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Liberville,” kata Jubir Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl saat dihubungi.

KBRI Yaounde yang wilayah akreditasi kerjanya merangkap Gabon terus berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Liberville sebagai ibu kota Gabon untuk memastikan keselamatan korban penculikan dan upaya penyelamatan yang sedang dilakukan otoritas setempat. (Sin/Ah)

Pilihan Redaksi : Sikap Pasif Pengawas: TKA Merajalela, TKI Tergusur di Negeri Sendiri

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x