VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pemerintah Iran menjamin keselamatan semua warga negara asing termasuk 329 Warga Negara Indonesia yang berada di negaranya di tengah gelombang aksi protes besar yang menewaskan 3.117 orang.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan pemerintah Iran terus berkomunikasi dan berkoordinasi erat dengan KBRI Tehran untuk memantau keamanan WNI.
“Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi erat dengan KBRI Teheran dan menyatakan kesiapan untuk terus memantau keamanan mereka,” katanya pada Kamis (22/1/2026).
Boroujerdi menegaskan selama protes besar melanda Iran, pemerintah terus berupaya mengutamakan keselamatan masyarakat sipil dan memantau keamanan para warga negara asing di negaranya. Pemerintah Iran telah menyampaikan kepada KBRI Tehran terkait kesiapan untuk membantu para WNI di mana pun mereka berada demi keselamatan mereka.
Kementerian Luar Negeri RI mencatat sebanyak 329 WNI berada di Iran dengan konsentrasi utama di kota Qom. Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan mayoritas WNI berada di Qom, sementara sisanya tersebar di Tehran dan sekitarnya.
“Jumlah WNI saat ini yang tercatat 329 orang dengan konsentrasi utama di kota Qom,” kata Heni pada Minggu (18/1/2026).
Baca Juga : Pemerintah Minta Diskon Overstay untuk WNI Korban Scam di Kamboja
Pemerintah Indonesia memutuskan belum melakukan evakuasi berdasarkan asesmen KBRI Tehran dan pemantauan kondisi di lapangan. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan situasi keamanan yang dinilai masih memungkinkan WNI untuk tetap berada di lokasi masing-masing.
“Berdasarkan asesmen KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan saat ini belum diperlukan evakuasi,” tegasnya.
Kemlu RI dalam pernyataannya pada 12 Januari memastikan para WNI di berbagai wilayah Iran, utamanya di Qom dan Isfahan, tidak melaporkan adanya gangguan keamanan yang signifikan terhadap mereka selama unjuk rasa. Sebagian besar WNI di negara itu adalah pelajar dan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan, terutama di Kota Qom.
KBRI Tehran terus berkomunikasi dengan simpul-simpul WNI di Tehran dan sekitarnya untuk memastikan kondisi mereka. Persiapan mengantisipasi eskalasi situasi keamanan sesuai rencana kontingensi terus dilakukan meski saat ini belum diaktifkan.
Baca Juga : OJK Minta WNI Pelaku Scam di Kamboja Tetap Diadili
Aksi protes besar yang meletus di puluhan kota di Iran sejak akhir Desember lalu dan mereda pertengahan bulan ini menyebabkan 3.117 orang tewas menurut angka resmi pemerintah Iran. Dari jumlah tersebut, 2.427 korban tewas adalah warga sipil dan aparat keamanan.
Unjuk rasa pada awalnya dipicu kesulitan ekonomi dan depresiasi tajam mata uang rial Iran. Namun menurut keterangan otoritas Iran, aksi protes berubah menjadi kerusuhan akibat dibajak oknum yang terafiliasi dengan pihak intelijen Israel dan Amerika Serikat.
Keputusan Indonesia berbeda dengan langkah India dan Polandia yang sudah menyerukan warganya meninggalkan Iran. Pemerintah India memperkirakan sekitar 10 ribu warganya berada di Iran dan meminta mereka segera keluar dengan alat transportasi yang tersedia.
Ketegangan di kawasan semakin meruncing setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan militer terhadap Iran. Negara-negara seperti Saudi, Qatar, dan Oman juga memimpin upaya membujuk Trump agar tidak menyerang Iran karena khawatir akan dampak buruk di kawasan. (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi Total
Baca Berita Lainnya di Google News


