Pelaksanaan Haji 2026 Diusulkan Jadi Instrumen Perdamaian Dunia

Momentum haji didorong jadi jalan penghentian ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran

by VOICEINDONESIA.CO- Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia
Kloter Pertama 4 Juni, Indonesia Akan Berangkatkan 100.051 Jemaah Haji di Tahun 2022

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hidayat Nur Wahid, mendorong agar momentum ibadah haji 2026 dijadikan instrumen diplomasi perdamaian internasional.

Ia mendesak penghentian ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran guna menjamin keselamatan jutaan jamaah haji yang akan berangkat menuju Tanah Suci.





Seruan tersebut disampaikan Hidayat di sela-sela pertemuan para ulama di Kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Siti Anilah Bantah Beri Kuasa ke Pihak Lain

Ia menekankan bahwa haji adalah momen yang tepat untuk menyampaikan pesan damai kepada pihak-pihak yang bertikai.

“Menjadikan haji sebagai diplomasi damai ini untuk menyampaikan kepada seluruh pihak, berhentilah perang. Ini kita mau haji, ini jemaah mau haji,” ujar Hidayat Nur Wahid.

Hidayat menyoroti pentingnya keselamatan jalur transportasi internasional menuju Mekkah dan Madinah.

Menurutnya, keamanan penerbangan jamaah dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Iran, Amerika Serikat, hingga Indonesia, sangat bergantung pada stabilitas situasi di jalur-jalur perjalanan tersebut.

Baca Juga: Menaker Soroti Minimnya Penguasaan AI di Dunia Kerja Indonesia 

“(Jamaah) Haji itu dari seluruh dunia, termasuk sangat banyak dari Iran, sangat banyak dari Amerika. Berhentilah perang, jangan lagi melakukan perang. Perjalanan menuju Mekkah dan Madinah itu sangat tergantung dengan apa yang ada di jalan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, politisi senior ini menolak keras segala bentuk serangan militer yang menyasar fasilitas sipil dan nonmiliter, baik di Iran maupun di Arab Saudi.

Ia berharap gencatan senjata sementara yang saat ini terjadi antara AS dan Iran dapat ditingkatkan menjadi gencatan senjata permanen.

Hidayat juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kerajaan Arab Saudi atas upaya maksimal dalam menjamin keamanan dalam negeri menjelang puncak musim haji.

Ia menilai dialog yang mulai terbangun antara Menteri Luar Negeri Iran dan Menlu Arab Saudi merupakan langkah positif untuk menurunkan eskalasi konflik di kawasan.

“Kalau itu kemudian bisa terbantu dengan berhentinya perang, tentu akan menjadi sesuatu yang sangat baik. Dan kalau itu terjadi, maka peran Indonesia menghadirkan itu, serta menghadirkan perdamaian berlaku dengan sangat efektif,” pungkasnya. (af/hi)

Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!

Baca Berita Lainnya di Google News 

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x