VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan instrumen krusial dalam strategi pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara.
Melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menyiapkan rangkaian program peningkatan keterampilan kerja dan kewirausahaan guna memastikan warga kembali mandiri secara finansial.
Komitmen ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan Kemnaker Peduli dengan total nilai mencapai Rp32.252.643.000 yang dialokasikan khusus untuk mempercepat penguatan sumber daya manusia pascabencana.
Baca Juga: KPK Sita Emas dan Valas Rp2 Miliar Milik Eks Pejabat Bea Cukai
Dalam penjelasannya di Jakarta pada Rabu (22/4/2026), Yassierli menekankan bahwa pemulihan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan awal, melainkan harus berlanjut hingga masyarakat benar-benar berdaya.
Ia menyatakan bahwa meskipun bencana meruntuhkan bangunan, semangat warga tidak boleh ikut runtuh, sehingga musibah ini harus dijadikan titik balik untuk bangkit lebih kuat.
“Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat. Kita jadikan musibah ini sebagai titik untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan,” ujar Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.
Baca Juga: UU PPRT Beri Kepastian Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Alokasi bantuan senilai lebih dari Rp32 miliar tersebut mencakup berbagai program strategis yang tersebar di dua provinsi terdampak.
Untuk sektor pelatihan vokasi, Kemnaker mengalokasikan Rp16,53 miliar bagi 4.516 orang di Sumatera Utara dan Rp8,91 miliar bagi 2.438 orang di Aceh.
Selain itu, terdapat program Padat Karya senilai Rp4 miliar yang mencakup 40 paket kegiatan untuk menciptakan lapangan kerja sementara, serta program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) senilai Rp2 miliar yang ditujukan untuk menumbuhkan 400 paket usaha kecil baru di tengah masyarakat.
Selain fokus pada pengembangan keterampilan, bantuan tersebut juga menyentuh aspek dukungan langsung melalui santunan bagi pekerja terdampak senilai Rp52,5 juta serta dukungan modal usaha dan pelatihan wirausaha dengan total anggaran Rp750 juta. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!
Baca Berita Lainnya di Google News


