Kemenlu Akui Belum Ketahui Nasib WNI yang Diculik Bajak Laut di Gabon

Menlu mengakui hingga kini pihaknya belum mengetahui kondisi kedua ABK tersebut yang disandera

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Nasib dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik kelompok bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah masih menjadi tanda tanya besar. Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono mengakui hingga kini pihaknya belum mengetahui kondisi kedua ABK tersebut yang disandera sejak Minggu (11/1/2026) lalu.

Sugiono pihaknya tengah berupaya mencari jalur komunikasi untuk memastikan keselamatan dua WNI yang masih berada dalam cengkeraman kelompok penyerang bersenjata.





“Terus terang sejauh ini juga kita belum tahu nasib yang dua, tapi kita akan coba cari jalur untuk bisa cari tahu kondisinya seperti apa,” ujar Sugiono di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Sugiono mengungkap tengah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Tiongkok untuk menangani kasus ini. Koordinasi lintas negara diambil karena dalam pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 tersebut juga terdapat korban warga negara China yang diculik.

“Ini kita lagi, satu, memantau terus perkembangannya dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok,” katanya.

Baca Juga : 17 ABK WNI Ditahan Malaysia Usai Kapal Tugboat Angkut Bijih Besi Berlabuh Ilegal

Sugiono menegaskan terus memantau situasi ini dan meminta laporan perkembangan terbaru setiap jam dari perwakilan Indonesia di kawasan Afrika tersebut. Dia menunggu informasi baru terkait keberadaan atau kondisi kedua WNI yang diculik kelompok bersenjata.

“Saya kira perwakilan kita di AOND juga udah terus memonitor situasi ini. Saya nunggu laporannya setiap jam lah, setiap ada update,” pungkasnya.

Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah sebelumnya mengatakan pelaku pembajakan menculik 9 dari 12 awak kapal. Sementara 3 lainnya yang 2 di antaranya WNI berhasil lolos dan bertahan di atas kapal hingga diselamatkan otoritas setempat.

KBRI Yaounde telah meminta informasi terbaru terkait kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak pembajakan. Kedutaan juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanggung jawab melaksanakan hak ketenagakerjaan yang dimiliki para ABK WNI maupun keluarganya.

Otoritas setempat telah menyelamatkan tiga awak kapal yang lolos dari penculikan dan mengawal kapal sampai Libreville, ibu kota Gabon. Namun nasib sembilan ABK lainnya termasuk dua WNI dan lima warga China masih belum diketahui. (Sin/Ah)

Pilihan Redaksi : PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi Total

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x