VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Migrant CARE menyatakan keprihatinan mendalam atas pecahnya perang di kawasan Timur Tengah yang menilai eskalasi konflik dan penggunaan senjata berpotensi memicu krisis kemanusiaan serta mencerminkan arogansi kekuasaan.
Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo, menegaskan bahwa perang yang terjadi di kawasan tersebut dapat berdampak langsung terhadap ratusan ribu pekerja migran Indonesia yang berada di Timur Tengah.
“Perang dan penggunaan senjata adalah tindakan yang bisa mengakibatkan krisis kemanusiaan dan mencerminkan arogansi kekuasaan,” ujar Wahyu dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Menurut dia, situasi yang penuh ketidakpastian, rasa ketakutan, serta lokasi kerja yang berdekatan dengan titik-titik konflik membuat para pekerja migran berada dalam kondisi tidak aman dan selalu dibayangi ancaman.
“Kondisi yang penuh ketidakpastian, dicekam rasa ketakutan dan berada di lokasi yang dekat dengan situs perang membuat mereka merasa tidak aman,” ujar dia.
Sebagai organisasi yang fokus pada advokasi pekerja migran, Migrant CARE menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia di kawasan terdampak.
Baca Juga : Iran Sindir Donald Trump Ubah “America First” Jadi “Israel First”
Migrant CARE mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera memastikan kondisi pekerja migran Indonesia di Timur Tengah dengan membuka kanal informasi dan pengaduan di wilayah-wilayah terdampak perang.
Selain itu, pemerintah juga diminta terus memperbarui informasi situasi terkini serta menyiapkan langkah-langkah dan rencana kontinjensi demi keselamatan para pekerja migran Indonesia di kawasan tersebut. (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton!
Baca Berita Lainnya di Google News


