VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengubah slogan “America First” menjadi “Israel First” dan mengorbankan pasukan Amerika demi ambisi kekuasaan Israel. Pernyataan ini disampaikan Larijani melalui platform X, yang dikutip di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Larijani mengkritik Trump karena dinilai menyeret kawasan ke dalam kekacauan dengan ilusi kosong. Ia menuduh Trump membuat tentara Amerika dan keluarga mereka membayar harga melalui kebohongan baru setelah meluncurkan kampanye militer gabungan AS-Israel.
Kampanye militer gabungan AS-Israel yang diluncurkan pada Sabtu dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Teheran membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan sejumlah negara Teluk.
“Kini ia khawatir akan jatuhnya lebih banyak tentara Amerika. Dengan delusinya sendiri, ia telah mengubah slogan ‘America First’ menjadi ‘Israel First’ dan mengorbankan pasukan Amerika demi ambisi kekuasaan Israel,” ujar Larijani.
Dalam unggahan terpisah, Larijani membantah klaim bahwa Teheran berupaya memulai kembali perundingan dengan Washington. Pernyataan ini menanggapi laporan Al Jazeera yang mengutip The Wall Street Journal yang menyebut Larijani berupaya melanjutkan negosiasi dengan Washington melalui Oman.
Baca Juga : Nasib 238 PMI Asal Mataram di Timur Tengah Belum Diketahui
Larijani tegas menyatakan Iran tidak akan terlibat dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat. Ia membantah laporan yang menyebut Iran meluncurkan inisiatif baru untuk bernegosiasi dengan AS di tengah eskalasi konflik regional.
“Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS,” katanya.
Serangan balasan Iran dilaporkan mengakibatkan tiga personel militer AS tewas dan lima lainnya mengalami luka serius. Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran internasional akan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan keselamatan warga asing di wilayah tersebut. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Menjaga Netralitas: Polri Wajib di Bawah Komando Langsung Presiden
Baca Berita Lainnya di Google News


