Pencarian Keluarga Pelarih Valencia di Labuan Bajo Diperpanjang

by VOICEINDONESIA.CO- Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Kupang Tim SAR gabungan memperpanjang kembali operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perpanjangan pencarian dilakukan selama tiga hari untuk mencari dua wisatawan asal Spanyol yang hingga kini masih dinyatakan hilang.





“Kita lanjutkan lagi proses pencarian korban. Kami perpanjang lagi proses pencariannya selama tiga hari,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), saat dihubungi dari Kupang, Minggu (4/1/2025).

Baca Juga: Polda NTT Fokus Mitigasi Isu Ketenagakerjaan

Keputusan perpanjangan pencarian diambil setelah Tim SAR gabungan menemukan satu jasad korban pada Minggu (4/1), sehingga memunculkan keyakinan adanya peluang menemukan korban lainnya.

“Dengan diketemukannya satu korban pagi tadi, tanda-tanda diketemukan korban yang lain ada, makanya kita perpanjang lagi selama tiga hari,” ujar Fathur.

Korban yang masih hilang merupakan bagian dari satu keluarga wisatawan asal Spanyol, yakni seorang pelatih perempuan klub sepak bola Valencia FC beserta tiga anaknya.

Baca Juga: Praja IPDN Bantu Pulihkan Administrasi Pemkab Aceh Tamiang 

Hingga kini, dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni seorang anak berusia 12 tahun dan sang pelatih Valencia FC.

Operasi pencarian sebelumnya telah berlangsung selama 10 hari, kemudian diperpanjang pada 2–4 Januari 2026.

Selama proses tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri atas Kantor Pencarian dan Pertolongan, Ditpolairud Polda NTT, TNI AL, Bakamla, serta unsur terkait lainnya terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Fathur menjelaskan, jika dalam masa perpanjangan tiga hari ini tidak ditemukan lagi korban, maka operasi pencarian akan ditutup, namun pemantauan tetap dilakukan sesuai prosedur.

Ia juga mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan adalah faktor cuaca yang sulit diprediksi. (af/ri)

Pilihan Redaksi: Sikap Pasif Pengawasan: TKA Merajalela, TKI Tergusur di Negeri Sendiri

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x