VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengaktifkan Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Surabaya untuk melayani wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Jatimbalinus).
Aktivasi ini menandai penguatan peran negara dalam menekan angka kecelakaan kerja dan menegakkan norma keselamatan kerja di Indonesia.
Aktivasi Balai K3 Surabaya dilakukan setelah penyelesaian persoalan status aset yang selama puluhan tahun berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Saya hadir di Balai K3 Surabaya dalam rangka aktivasi balai. Kenapa disebut aktivasi? Karena selama 25 tahun keberadaan balai ini berada di bawah Dinas Provinsi Jawa Timur,” kata Menaker Yassierli di sela kegiatan aktivasi Balai K3 di Surabaya, Senin (5/1/2025).
Baca Juga: 37 WNI di Venezuela Dalam Kondisi Aman
Menaker menjelaskan, selama ini terdapat pekerjaan rumah terkait kejelasan status aset balai yang sejatinya merupakan milik pemerintah pusat, namun belum sepenuhnya diserahkan secara administratif.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang luar biasa dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kejelasan aset tersebut akhirnya berhasil dituntaskan,” ujarnya.
Dengan aktivasi ini, Balai K3 Surabaya resmi menjadi balai keenam milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) setelah sebelumnya hadir di Jakarta, Bandung, Samarinda, Makassar, dan Medan.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Siaga Penularan Super Flu
Yassierli menegaskan, Balai K3 Surabaya akan memiliki peran strategis dalam memastikan penegakan norma kerja dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sekaligus menopang target penurunan angka kecelakaan kerja nasional.
“Kami ingin Balai K3 Surabaya berperan lebih strategis untuk memastikan tegaknya norma kerja dan K3 di Indonesia, serta menopang pencapaian target penurunan angka kecelakaan kerja yang masih cukup tinggi,” katanya.
Ke depan, Kemnaker akan menyusun berbagai program penguatan Balai K3 Surabaya, termasuk penataan struktur organisasi, pemenuhan personel, serta kelengkapan sarana dan peralatan pendukung.
“Enam balai K3 ini akan menjadi ujung tombak Kementerian Ketenagakerjaan dalam peningkatan kinerja K3 di Indonesia,” ujar Yassierli.
Ia mengakui bahwa selain tingginya angka kecelakaan kerja, tantangan lain yang masih dihadapi adalah penegakan norma kerja yang belum optimal di berbagai sektor.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sehingga aktivasi Balai K3 Surabaya hari ini dapat terlaksana,” pungkasnya. (af/ri)
Pilihan Redaksi: PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi Total


