VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur berhasil memfasilitasi pemulangan tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.
Ketiga anak tersebut tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada Senin (9/2/2026) dengan pengawalan langsung dari pihak otoritas.
Pemulangan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan resmi Bupati Gresik pada tahun 2025 guna menyelamatkan anak-anak pekerja migran yang berada di luar negeri.
Baca Juga: Perkuat Kehumasan, Imigrasi Semarang Optimalkan Publikasi Digital Profesional
Ketiga anak yang dipulangkan adalah MI (12) dan SN (8) asal Desa Golokan, serta HA (11) asal Desa Siwalan. Mereka kembali ke tanah air dengan dokumen Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang lengkap.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, yang mendampingi langsung proses pemulangan tersebut, menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk nyata dalam melindungi warganya, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
“Terima kasih kepada BP3MI Jawa Timur dan seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga proses ini dapat berjalan dengan lancar dan aman. Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama menjamin hak anak-anak kita,” ujar Fandi di Terminal 2 Bandara Juanda.
Baca Juga: Tumpang Tindih Kebijakan di Sektor Hukum Tidak Kunjung Teratasi
Setelah tiba, ketiga anak tersebut secara resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen tidak hanya berhenti pada proses pemulangan, tetapi juga akan segera mengurus status kependudukan dan kelengkapan dokumen mereka.
Hal ini dilakukan agar anak-anak tersebut dapat segera mengakses fasilitas publik, terutama pendidikan formal dan layanan kesehatan di Indonesia.
Plt. Kepala BP3MI Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana, turut mengapresiasi sinergi ini dan berharap momentum ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya prosedur migrasi yang aman.
Dengan kembalinya mereka ke keluarga, diharapkan anak-anak PMI ini mendapatkan perlindungan dan masa depan yang lebih baik di kampung halaman. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Berhenti Memanjakan “Scammer” Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan
Baca Berita Lainnya di Google News


