VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Lonjakan belanja negara pada awal tahun dinilai menjadi penggerak utama dalam menjaga perekonomian nasional di tengah dinamika global.
Ekonom NEXT Indonesia Center, Christiantoko menilai kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal I 2026 menunjukkan arah yang menjanjikan, seiring pertumbuhan penerimaan dan akselerasi belanja pemerintah.
“Perkembangan yang terjadi saat ini memberikan sinyal positif,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi belanja negara melonjak menjadi Rp815,0 triliun atau naik 31,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan langkah ekspansif pemerintah dalam menjaga momentum ekonomi.
Di sisi lain, penerimaan negara mencapai Rp574,9 triliun hingga akhir Maret 2026 atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan, dengan kontribusi terbesar berasal dari pajak yang meningkat signifikan.
Baca Juga : Di Tengah Gejolak Global, Pendapatan Negara Tembus Rp574 Triliun
“Pencapaian ini memberikan ruang fiskal yang lebih sehat untuk menopang belanja yang meningkat,” katanya.
Adapun defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang dinilai masih dalam batas aman dan terkendali.
Pemerintah juga mendorong percepatan belanja melalui berbagai program strategis, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta stimulus ekonomi senilai Rp15 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, faktor musiman seperti momentum Lebaran turut memperkuat konsumsi domestik melalui penyaluran bantuan pangan, diskon transportasi, serta Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri.
Ekonom menilai peningkatan belanja pada awal tahun menjadi strategi penting untuk menjaga perputaran ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ke depan. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton!
Baca Berita Lainnya di Google News


