Lulusan Vokasi Harus Siap Kerja

Menaker Yassierli Dorong Lulusan Pelatihan Vokasi Berkontribusi Langsung di Industri

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Bandung – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dirancang agar lulusan tidak hanya memiliki keterampilan tetapi juga siap berkontribusi langsung di dunia industri.

Penegasan ini disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung, Jawa Barat. Menaker menekankan program dirancang link and match dengan kebutuhan industri agar lulusan dapat terserap di dunia kerja.





“Harapannya, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap berkontribusi di dunia industri,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kemnaker, Senin (20/4/2026).

Program pelatihan vokasi ini dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh 10.405 peserta yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja, 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.

Khusus di BBPVP Bandung, pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 diikuti oleh 512 peserta yang mengikuti berbagai pelatihan keterampilan relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Berbagai pelatihan yang diikuti peserta meliputi pengoperasian forklift, barista, pembuatan roti dan pastry, serta desain tiga dimensi berbasis computer-aided design.

“Program ini dirancang link and match dengan kebutuhan industri. Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja,” katanya.

Baca Juga : Menaker Minta Semua Instansi Patuhi Kuota Pekerja Disabilitas 2 Persen

Pelatihan juga dilaksanakan melalui skema project-based learning pada program pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas. BBPVP Bandung telah menyiapkan seluruh fasilitas, sarana prasarana, dan instruktur secara optimal guna menunjang pelatihan berbasis industri.

Peserta memperoleh berbagai manfaat mulai dari pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, hingga sertifikat pelatihan. Mereka juga akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi, sementara untuk skema tertentu peserta juga mendapatkan fasilitas asrama.

Yassierli menambahkan pada Tahun Anggaran 2026, Kemnaker menargetkan 70.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi yang dibiayai melalui APBN. Program ini diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat tanpa dipungut biaya. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x