225 Pendatang Baru Masuk Jakarta Selatan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memperkirakan total 10 ribu hingga 12 ribu

by VOICEINDONESIA.CO- Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mencatat sebanyak 225 pendatang baru masuk ke wilayah tersebut dalam periode 25-30 Maret 2026.

Data ini muncul di tengah prediksi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memperkirakan total 10 ribu hingga 12 ribu orang akan tiba di ibu kota setelah libur Lebaran tahun ini.





Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Selatan, Salimin, merinci bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 126 jiwa adalah perempuan dan 99 jiwa laki-laki.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Evaluasi Penugasan TNI di Lebanon Usai Tewaskan Prajurit 

Mayoritas pendatang diketahui berasal dari wilayah penyangga seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.

“Tercatat sebanyak 225 pendatang baru di Jakarta Selatan dalam periode tersebut. Wilayah tujuan paling banyak adalah Kecamatan Jagakarsa, Pesanggrahan, dan Pasar Minggu,” ujar Salimin di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Profil pendatang baru di Jakarta Selatan menunjukkan tantangan tersendiri bagi tata kelola perkotaan.

Sebanyak 70,67 persen pendatang berpendidikan SLTA ke bawah, sementara sisanya (29,33 persen) memiliki pendidikan lebih tinggi.

Baca Juga: Kasus TPPO Anak di Kaltim Melonjak, Ini Penyebabnya 

Dari sisi ekonomi, 61,33 persen pendatang masuk dalam kategori berpenghasilan rendah dengan latar belakang pekerjaan didominasi oleh karyawan swasta serta pelajar atau mahasiswa.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah menegaskan bahwa meskipun Pemprov DKI tidak akan melaksanakan operasi yustisi, setiap pendatang tetap wajib memiliki dokumen kependudukan yang lengkap.

Ia juga mengimbau agar mereka yang datang ke Jakarta sudah memiliki jaminan pekerjaan serta tempat tinggal.

“Masyarakat yang ingin bekerja di Jakarta setelah mudik agar menyiapkan kelengkapan dokumen diri. Kelengkapan dokumen tetap menjadi kewajiban,” tegas Pramono.

Tren urbanisasi pasca-Lebaran di Jakarta sebenarnya menunjukkan penurunan konsisten sejak 2022, dari angka 27 ribu orang menjadi sekitar 16 ribu orang pada 2025.

Namun, secara keseluruhan untuk periode 25-30 Maret 2026, Dinas Dukcapil DKI mencatat sudah ada 967 pendatang baru yang tiba di seluruh penjuru Jakarta. (af/ri)

Pilihan Redaksi: Bahlil: Pemerintah Minta Bantuan Masyarakat Hadapi Dampak Perang di Timur Tengah 

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x