Ini Biang Kerok Banjir Parah di Jakarta

Lapisan Tanah Jakarta Mudah Terkompaksi, Diperparah Aktivitas Manusia

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Penurunan muka tanah menjadi salah satu faktor utama yang memperparah banjir di Jakarta. Hasil pengolahan citra satelit menunjukkan sejumlah wilayah Jakarta mengalami penurunan muka tanah hingga lebih dari 10 sentimeter per tahun.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Budi Heru Santosa mengungkapkan, fenomena land subsidence ini dipicu oleh dua faktor utama. Kondisi alami lapisan tanah aluvial Jakarta yang mudah terkompaksi serta aktivitas manusia, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan.





Kebutuhan air bersih yang terus meningkat mendorong masyarakat dan pelaku usaha menyedot air tanah dalam jumlah besar. Hal ini terjadi karena kondisi jaringan air perpipaan belum merata di seluruh wilayah Jakarta.

“Penurunan muka tanah dipicu oleh dua faktor utama, yakni kondisi alami lapisan tanah aluvial Jakarta yang mudah terkompaksi serta aktivitas manusia,” ujarnya dalam diskusi “Mengurai Banjir Jakarta Berbasis Riset” di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Hasil riset beberapa instansi, termasuk BRIN, mendapati penyedotan air tanah menyebabkan rongga tanah kehilangan kandungan air sehingga terjadi pemampatan dan penurunan permukaan tanah secara bertahap. Kondisi ini banyak ditemukan di wilayah pesisir utara Jakarta, meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan sebagian Jakarta Pusat.

Budi mengibaratkan kondisi Jakarta seperti mangkuk atau bowl effect, dimana wilayah daratan berada lebih rendah dari permukaan laut dan dikelilingi tanggul. Air hujan yang masuk sulit mengalir keluar tanpa bantuan pompa.

Baca Juga : Satgas PKH Periksa 12 Perusahaan Diduga Sebabkan Bencana Banjir

Akibatnya, genangan air bertahan lebih lama dan meningkatkan potensi banjir, terutama saat curah hujan tinggi atau ketika pasang laut terjadi bersamaan. Kondisi ini semakin memperparah persoalan banjir yang kerap melanda ibu kota.

“Maka pengendalian pengambilan air tanah serta penyediaan air perpipaan menjadi langkah penting untuk menekan laju penurunan muka tanah di Jakarta,” tegasnya. (Sin/Ah)

Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x