VOICEINDONESIA.CO, Malang – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan target peserta Program Magang Nasional 2025 sebanyak 100 ribu orang telah terpenuhi sejak pembukaan batch I hingga batch III.
Para peserta magang tersebut terserap di berbagai perusahaan swasta, kementerian, serta instansi pemerintahan.
Hal itu disampaikan Yassierli usai menghadiri Rapat Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya di Gedung Samantha Krida, Kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (5/1/2025).
“Sudah tiga batch tertampung, artinya target 100 ribu sudah terpenuhi. Ada yang di industri, kementerian, instansi pemerintah. Antusiasmenya bagus,” ujar Yassierli.
Baca Juga: Perkuat Pengawasan Keselamatan Kerja, Kemnaker Aktifkan Balai K3 Surabaya
Berdasarkan data resmi Kementerian Ketenagakerjaan melalui laman kemnaker jumlah akumulasi peserta yang diterima dalam Program Magang Nasional 2025 sejak pembukaan batch I hingga III mencapai 102.697 orang, melampaui target awal.
Para peserta merupakan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Mereka akan menjalani masa magang selama enam bulan.
Selama mengikuti program tersebut, peserta memperoleh uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)serta perlindungan jaminan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Siaga Penularan Super Flu
Yassierli menjelaskan, Program Magang Nasional dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dunia kerja bagi lulusan perguruan tinggi, meskipun tidak disertai kewajiban perusahaan untuk mengangkat peserta menjadi pegawai tetap.
“Mereka mendapatkan exposure terkait dunia kerja. Memang tidak ada klausul wajib diterima sebagai pegawai, tetapi kami yakin jika kinerja mereka baik selama magang, peluang diserap oleh perusahaan tentu ada,” katanya.
Melihat tingginya minat dan serapan peserta, Kementerian Ketenagakerjaan berencana melanjutkan Program Magang Nasional pada 2026, setelah peserta batch I menyelesaikan masa magangnya pada April 2026.
Untuk kuota tahun depan, Yassierli menyebut jumlah peserta sementara masih diproyeksikan sama dengan tahun ini.
“Sementara masih 100 ribu satu tahun,” ujarnya. (af/hi)
Pilihan Redaksi: PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi Total


