VOICEINDONESIA.CO, Tangerang – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi masuknya warga negara asing (WNA) yang menggunakan modus investasi, namun justru melakukan kegiatan tidak jelas, bodong, atau berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Indonesia.
“Jangan sampai ada WNA modus investasi di Indonesia, tetapi melakukan kegiatan lainnya yang mengganggu ketertiban. Apalagi sudah ada beberapa temuan sebelumnya di beberapa daerah,” kata Agus Andrianto dalam acara Hari Bakti Imigrasi ke-76 di Kampus Poltekpin Tangerang, Banten, Senin (26/1/2026).
Instruksi tersebut disampaikan menyusul meningkatnya arus investasi asing ke Indonesia, seiring hasil kunjungan kerja Presiden Prabowo ke tiga negara yang membawa komitmen investasi sekitar Rp90 triliun, termasuk untuk pembangunan kampus unggulan.
“Pastinya akan banyak orang asing datang ke Indonesia. Maka dari itu, seluruh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan harus mempersiapkan diri dalam percepatan guna mendukung program semua ini,” katanya.
Baca Juga: KKP Bangun SDM Pesisir Melalui Kampung Nelayan Merah Putih
Agus menekankan bahwa masuknya WNA ke Indonesia memang berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), sehingga pelayanan keimigrasian harus terus ditingkatkan.
Namun, di sisi lain, aspek pengawasan juga harus diperkuat agar momentum investasi tidak disalahgunakan untuk aktivitas negatif.
“Pelayanan keimigrasian harus terus ditingkatkan dan di sesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. Di sisi lain, pengawasan juga harus ditingkatkan jangan sampai ada gangguan yang dapat menghambat investasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menutup lawatan luar negeri selama lima hari dengan membawa sejumlah capaian strategis bagi kepentingan nasional.
Baca Juga: Tegas! Kapolri Tolak Jadi Pion Kementerian, Pilih Setia Presiden
Salah satunya adalah kesepakatan investasi maritim dengan Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun.
Selain itu, disepakati pula pembangunan 1.582 kapal ikan yang akan diproduksi di dalam negeri dan diproyeksikan menyerap hingga 600.000 tenaga kerja.
Di sektor pendidikan, Indonesia menjalin kerja sama dengan 24 universitas terbaik di Inggris Raya, khususnya dalam pengembangan pendidikan kedokteran serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Pada level diplomasi global, Indonesia juga resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) sebagai langkah mendorong perdamaian di Gaza.
Presiden Prabowo turut memperkenalkan konsep ekonomi nasional “Prabowonomics” dalam World Economic Forum (WEF) yang dihadiri 65 kepala negara dan sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia, serta memperkuat kerja sama strategis dengan Pemerintah Prancis di berbagai sektor. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton!
Baca Berita Lainnya di Google News


