Gandeng Inggris Raya, Prabowo Siapkan 10 Kampus Kesehatan hingga Sains

Percepat pembangunan SDM, Prabowo fokus bidang STEM

by VOICEINDONESIA.CO- Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Bogor – Presiden Prabowo Subianto mempercepat langkah pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dengan merencanakan pembangunan 10 kampus baru di bidang kesehatan serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Proyek strategis ini akan dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah universitas ternama dari Inggris Raya.





Rencana besar tersebut dibahas secara mendalam dalam pertemuan Presiden Prabowo bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Tak Perlu ke Bank Lagi! WNI di Taiwan Kini Bisa Bayar Paspor di Minimarket

Fokus utama pertemuan adalah mendalami tindak lanjut kerja sama strategis pendidikan tinggi antara Indonesia dan Britania Raya.

“Hari ini, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang. Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya,” tulis Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, melaporkan bahwa inisiatif Presiden untuk membangun 10 kampus kolaborasi tersebut disambut hangat oleh pihak mitra di Inggris.

Baca Juga: Perencanaan Pembangunan Nasional Dinilai Belum Menyentuh Ekonomi Rakyat

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional, terutama dalam mencetak tenaga ahli di bidang kesehatan dan teknologi.

“Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaporkan bahwa inisiatif Bapak Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus di bidang kesehatan dan STEM melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra,” ujar Seskab Teddy.

Pilihan Redaksi: Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber 

Baca Berita Lainnya di Google News 

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x